˚˖𓍢ִ໋❀MERAWAT KANGKUNG, MERAWAT BUMI˚˖𓍢ִ໋❀
1. ⋆. 𐙚 ˚Pendahuluan⋆. 𐙚 ˚: Kangkung adalah jenis tanaman sayuran hijau yang diciptakan oleh Tuhan agar manusia dapat menghidupi kehidupannya. Alasan memilih kangkung adalah selain untuk memenuhi ASAJ Proyek Bahasa Indonesia dan Agama adalah karena efisien, sehat, dan cara termudah untuk mulai mencintai alam. selain itu, karena kangkung cepat tumbuh. Harapan awal saya adalah saya berharap dapat menyaksikan langsung kebesaran Tuhan melalui proses kehidupan dari sebutir benih kecil hingga menjadi tanaman yang bermanfaat.
‧˚꒰🐾୭ ˚. ᵎᵎProses menanam‧˚꒰🐾୭ ˚. ᵎᵎ: °❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔Hari pertama°❀⋆.ೃ࿔*:・°❀⋆.ೃ࿔: Saya mulai menanam kangkungnya dengan cara menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu pot, cangkul kecil, penyiram tanaman, benih kangkung, tanah, pupuk, dan air, tanahnya subur. Campuran tanahnya adalah dengan pupuk kompos.
Refleksi mini: Benih ini tampak kecil, melihat benih-benih kecil terkumpul, membuat saya sadar bahwa kekuatan besar seringkali muncul dari kelompok yang kecil.
⋆. 𐙚 ˚°❀⋆.ೃ࿔*:・Masa menunggu⋆. 𐙚 ˚°❀⋆.ೃ࿔*:・: Perasaan saya sabar menunggu tanaman kangkung saya tumbuh. Tunas pertama muncul pada hari ke-4. Kemudian di hari ke-5, muncul daun yang sudah banyak tumbuh lebat dan berwarna hijau segar. Ritual harian yang saya lakukan adalah menyiram tanaman kangkung saya ketika ada waktu senggang seperti saat istirahat & bel jam pulang.
Refleksi mini: Saya belajar sabar dalam menunggu kangkung saya tumbuh.
🧸ྀིMasa pemeliharaan🧸ྀི:
Ritual yang saya lakukan adalah rutin melakukan penyiraman, melihat daun membesar dan melihat perkembangan kangkung saya
Refleksi: Rutinitas kecil yang konsisten jauh lebih berdampak daripada perawatan besar yang dilakukan sesekali.
3.⋆˚✿🍒𐙚⋆˚Tantangan & hambatan⋆˚✿🍒𐙚⋆˚:
Tantangan yang saya hadapi adalah di hari ke-13, tanaman saya ada bagian yang busuk, perasaan saya sedikit kecewa. Tindakan yang saya lakukan adalah segera mencabut bagian yang sudah busuk agar tidak menular ke batang yang masih sehat dan menghentikan penyiraman selama 1-2 hari sampai kondisi kelembapan media tanam kembali stabil. Pelajaran dari tantangan yang saya pelajari adalah saya diingatkan bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Seperti kasih Tuhan yang pas porsinya, tanaman pun butuh keseimbangan. Saya belajar untuk lebih peka, bukan sekedar mengikuti keinginan saya untuk terus menyiram, tetapi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tanaman.
4.⋆𐙚 ̊.Pelajaran hidup yang diambil⋆𐙚 ̊.:
Keikhlasan dalam Melepaskan: Saya belajar bahwa dalam hidup, terkadang kita harus berani memotong atau melepaskan sesuatu yang 'busuk' agar bagian yang lain bisa tetap hidup dan tumbuh. Tidak semua hal bisa dipertahankan, dan itu adalah bagian dari proses pemulihan.
Kerendahan Hati: Meskipun saya yang menanam, menyiram, dan memberi pupuk, hidup itu sendiri adalah anugerah dari Sang Pencipta. Saya belajar bahwa manusia hanya bisa mengusahakan yang terbaik, namun pertumbuhan adalah sebuah mukjizat yang terjadi di luar kendali kita.
5.˚⋆𐙚。⋆𖦹.✧˚Refleksi iman Katolik˚⋆𐙚。⋆𖦹.✧˚:
1 Korintus 3 : 6-7: ⁶Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.⁷Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar